Pengeluaran untuk liburan, renovasi, dan barang tersier menjadi aspek pertama yang dipertimbangkan ulang guna menjaga stabilitas arus kas (cash flow).
Dalam sektor kesehatan, Andrey menilai industri ini relatif lebih bertahan (defensif) dibandingkan sektor konsumsi lainnya karena sifatnya yang krusial. Namun, bukan berarti tidak ada perubahan perilaku pada konsumen kesehatan.
"Untuk kesehatan, masyarakat umumnya masih memprioritaskan kebutuhan medis utama, namun pengeluaran yang sifatnya elective atau non-urgent mulai lebih selektif," tutur dia.
Perubahan perilaku medis terlihat dari kecenderungan masyarakat untuk menunda tindakan non-mendesak atau lebih memilih layanan yang efisien dengan memanfaatkan asuransi serta BPJS. Konsumen kini lebih aktif membandingkan harga dan kualitas layanan sebelum mengambil keputusan medis.
Salah satu pergeseran signifikan diperkirakan terjadi pada tren berobat ke luar negeri. Pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya biaya perjalanan menjadi faktor utama yang memaksa masyarakat untuk berhitung ulang.