Salah satunya seperti Jalan Kunir yang berada tepat di seberang lokasi syuting terpantau lengang. Tidak ada kepadatan kendaraan dan mobilitas wisatawan Kota Tua maupun warga Jakarta Barat tetap berjalan normal seperti akhir pekan biasanya.
Terlebih, rekayasa lalu lintas juga mulai dilakukan, dimana pengendara yang ingin menuju ke ujung Jalan Cengkeh bisa memutar melalui jalan Kalibesar Timur atau Jalan Teh. Rekayasa tersebut diketahui bakal dilakukan selama satu Minggu mendatang atau 7 Februari 2026.
Selain itu, menurut penuturan pedagang di sekitar lokasi sebagian besar pedagang di sekitar Jalan Cengkeh masih diperbolehkan berjualan seperti biasa. Namun, bagi pedagang yang berjualan atau gerobaknya berada tepat di titik syuting atau area penyimpanan alat, mereka terpaksa meliburkan diri.
Sebagai gantinya, pihak produksi diketahui memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 bagi para pedagang yang terdampak langsung. Langkah ini diambil agar proses kreatif film tidak merugikan ekonomi lokal secara signifikan.
Bagi anda yang berencana menghabiskan sisa akhir pekan di Kota Tua, jangan ragu untuk datang. Kawasan wisata inti Kota Tua sama sekali tidak terganggu dan tetap beroperasi normal.