AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Jasa Raharja: 40 Juta Sepeda Motor Tidak Bayar Pajak

FOTO
Eko Purwanto
Jum'at, 17 Juni 2022 11:00 WIB
PT Jasa Raharja (Persero) mencatat 39 persen kendaraan roda dua atau sekitar 40 juta unit sepeda motor yang tercatat di Samsat tidak membayar pajak.
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022). Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022). Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022). Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

IDXChannel - Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

PT Jasa Raharja (Persero) mencatat 39 persen kendaraan roda dua atau sekitar 40 juta unit sepeda motor yang tercatat di Samsat tidak membayar pajak.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan Purwantono menyebut jumlah ini tercatat hingga Desember 2021. Menurutnya, Kondisi ini menjadi ironi lantaran negara berpotensi kehilangan pendapatan, khususnya di sektor pajak kendaraan bermotor.

"Kondisi ini tentunya menjadi ironi dimana secara kasat mata bahwa kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan raya semakin padat dan diikuti meningkatnya potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang membahayakan jiwa. Di sisi lain, negara justru berpotensi kehilangan penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor yang cukup signifikan," ungkap Rivan. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD