AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Pembobol Bansos Covid-19 Amerika Resmi Ditahan

FOTO
Ali Masduki
Senin, 07 Juni 2021 17:56 WIB
Berkas perkara tersangka SFR dan MCR berikut barang buktinya telah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Kejat Jatim dan dinyatakan sudah lengkap (P-21).
Dua tersangka pembobol bansos Covid-19 Amerika, SFR dan MCL, diperlihatkan dalam konferensi pers di Polda Jawa Timur, Senin (7/6/2021).

IDXChannel - Dua tersangka pembobol bansos Covid-19 Amerika, SFR dan MCL, diperlihatkan dalam konferensi pers di Polda Jawa Timur, Senin (7/6/2021).  

Berkas perkara tersangka SFR dan MCR berikut barang buktinya telah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Kejat Jatim dan dinyatakan sudah lengkap (P-21). Saat ini keduanya resmi ditahan oleh Kejati Jawa Timur di Rutan Dittahti Polda Jatim (penitipan tahanan).

Diketahui, SFR dan MCL merupakan pelaku pembuat dan penyebar situs palsu yang menyerupai situs resmi bantuan sosial milik pemerintah Amerika Serikat. Dalam situs tersebut pelaku mengambil data pribadi dari para korban yang merupakan warga negara Amerika Serikat. Melalui data pribadi tersebut pelaku mengklaim dana bantuan dari pemerintah Amerika Serikat dan mengambil keuntungan pribadi.

Sebagian besar data yang diambil secara ilegal merupakan data warga negera Amerika Serikat. Ada 30.000 data dari 14 negara bagian yang telah diambil secara ilegal. Tiap orang dapat USD2.000 sehingga total ada USD60 juta.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa 3 laptop, foto-foto situs resmi dan palsu. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat tentang Undang-Undang Elektronik Jo 55 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD