AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Wisata Sejarah Lubang Tambang Batubara Sawahlunto

FOTO
Yorri Farli
Kamis, 12 Mei 2022 21:29 WIB
Salah satu wisata yang menarik dikunjungi bersama keluarga adalah wisata Edukasi Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto.
Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang.
Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang.
Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang.

IDXChannel - Berwisata mengisi liburan bersama keluarga menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dan mendekatkan diri bersama keluarga setelah disibukkan oleh rutinitas pekerjaan sehari-hari. Mengunjungi destinasi wisata saat libur Lebaran banyak dilakukan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Tidak mengherankan apabila sejumlah tempat wisata dipadati pengunjung baik wisatawan lokal ataupun wisatawan yang memanfaatkan waktu mudik Lebaran dengan mengunjungi tempat wisata setempat.

Salah satu wisata yang menarik dikunjungi bersama keluarga adalah wisata Edukasi Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto. Sawahlunto merupakan kota kecil yang berada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya 95 kilometer (km) timur laut Kota Padang. Kota kecil itu kini menjadi bagian dari sejarah pertambangan yang diakui sebagai warisan budaya dunia (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) UNESCO.

Kawasan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 6 Juli 2019. Sawahlunto merupakan kota kecil di sebelah timur kota Padang. Nama kota ini sangat erat dan lekat dengan pertambangan batu bara.

Pertambangan batu bara di kota kecil berbentuk priuk ini bermula ketika seorang petualangan asal Belanda Willem Hendrik de Greve berhasil menemukan deposit batu bara di dalam perut bumi pada tahun 1867 di Sungai Ombilin yang mencapai 205 juta ton. Penemuan ini sangat mencengangkan pada saat itu.

Penambangan emas hitam di Sawahlunto mulai beroperasi pada tahun 1891. Pembangunan jalur kereta api sepanjang 100 kilometer dibuat saat itu untuk menghubungkan Sawahlunto dengan Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang. Lokomotif didatangkan langsung dari Jerman, yang lebih dikenal dengan sebutan "Mak Itam".

Belanda pun membangun pusat pengolahan makanan yang kini menjadi Museum Gudang Ransum yang dahulu dibuat untuk pemenuhan pangan bagi para pekerja tambang, warga masyarakat juga termasuk untuk orang Belanda.

Dari lubang ini terekam perihnya para pekerja paksa yang didatangkan langsung oleh pemerintahan Hindia Belanda dari Pulau Jawa juga daerah lain yang disebut "orang rantai" untuk dipekerjakan sebagai penambang pada tahun 1932 dengan mandor itu yang bernama Mba Suro yang hingga kini lubang ini ditutup oleh Belanda akibat rebesan air.

Hingga kini, Kekayaan batu bara di perut bumi Sawahlunto ini terekam jelas di sebuah lubang tambang batu bara yang dinamakan Lubang Mbah Suro. Saat ini Sawahlunto kini bertransformasi menjadi kota tua yang mewariskan wisata sejarah dengan berbagai bangunan zaman kolonial.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD