IDXChannel—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kondisi cuaca yang lebih kering pada 2026, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menghadiri Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin.
Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa pada 2025 kondisi cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Niña lemah pada awal dan akhir tahun sehingga kondisi relatif lebih basah.
Namun, pada 2026, mulai April, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole diprediksi berada pada fase netral, tidak terjadi La Niña maupun El Niño.
Kondisi netral tersebut mengindikasikan curah hujan yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan sedikit di bawah rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.