AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama?

IDXTAINMENT
Okezone
Kamis, 04 Maret 2021 03:32 WIB
Berdasarkan data Global Rich List, Ma dan keluarganya telah menjadi orang terkaya di China pada 2019 dan 2020.
Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama? (FOTO: MNC Media)
Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel  - Jack Ma kehilangan gelar orang terkaya di China. Hal ini terjadi setelah pendiri Alibaba berada di bawah pengawasan regulator China. 

Berdasarkan data Global Rich List, Ma dan keluarganya telah menjadi orang terkaya di China pada 2019 dan 2020. 

Namun sekarang, Ma berada di posisi keempat di belakang pembuat air minum kemasan Nongfu Spring Zhong Shanshan, Tencent Holding's Pony Ma dan e-commerce Pinduoduo's Collin Huang. 

Turunnya peringkat Ma dalam daftar orang terkaya China setelah regulator China mengekang Ant Group dan Alibaba terkait masalah anti-trust. 

Selain itu, Ma juga pernah mengecam sistem peraturan China, sehingga menyebabkan penangguhan IPO Grup Ant senilai USD37 miliar. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (2/3/2021). 

Sejak saat itu, regulator China memperketat pengawasan anti-trust di sektor teknologi, dengan Alibaba mendapat banyak tekanan. Regulator China juga mulai memperketat pengawasan terhadap sektor fintech dan meminta Ant untuk melipat beberapa bisnisnya menjadi perusahaan induk keuangan untuk diatur seperti perusahaan keuangan tradisional. 

Ma pun kemudian menghilang dari mata publik selama sekitar tiga bulan. Hal ini juga memicu spekulasi tentang keberadaannya. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD