AALI
9325
ABBA
208
ABDA
5500
ABMM
2080
ACES
725
ACST
156
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
710
ADMF
7975
ADMG
165
ADRO
2770
AGAR
336
AGII
1995
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
114
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
138
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1330
AKRA
900
AKSI
288
ALDO
790
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/07/04 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.36
-2.52%
-13.10
IHSG
6639.17
-2.28%
-155.16
LQ45
950.15
-2.48%
-24.18
HSI
21797.52
-0.29%
-62.27
N225
26153.81
0.84%
+218.19
NYSE
14636.76
1.03%
+149.16
Kurs
HKD/IDR 1,905
USD/IDR 14,965
Emas
870,052 / gram

Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama?

IDXTAINMENT
Okezone
Kamis, 04 Maret 2021 03:32 WIB
Berdasarkan data Global Rich List, Ma dan keluarganya telah menjadi orang terkaya di China pada 2019 dan 2020.
Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama? (FOTO: MNC Media)
Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di China, Siapa Urutan Pertama? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel  - Jack Ma kehilangan gelar orang terkaya di China. Hal ini terjadi setelah pendiri Alibaba berada di bawah pengawasan regulator China. 

Berdasarkan data Global Rich List, Ma dan keluarganya telah menjadi orang terkaya di China pada 2019 dan 2020. 

Namun sekarang, Ma berada di posisi keempat di belakang pembuat air minum kemasan Nongfu Spring Zhong Shanshan, Tencent Holding's Pony Ma dan e-commerce Pinduoduo's Collin Huang. 

Turunnya peringkat Ma dalam daftar orang terkaya China setelah regulator China mengekang Ant Group dan Alibaba terkait masalah anti-trust. 

Selain itu, Ma juga pernah mengecam sistem peraturan China, sehingga menyebabkan penangguhan IPO Grup Ant senilai USD37 miliar. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (2/3/2021). 

Sejak saat itu, regulator China memperketat pengawasan anti-trust di sektor teknologi, dengan Alibaba mendapat banyak tekanan. Regulator China juga mulai memperketat pengawasan terhadap sektor fintech dan meminta Ant untuk melipat beberapa bisnisnya menjadi perusahaan induk keuangan untuk diatur seperti perusahaan keuangan tradisional. 

Ma pun kemudian menghilang dari mata publik selama sekitar tiga bulan. Hal ini juga memicu spekulasi tentang keberadaannya. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD