IDXChannel—Dua peserta dari SMK-SMTI Padang berhasil membawa nama Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia dalam ajang WorldSkills Competition 2026 yang diselenggarakan di Shanghai, China, pada 22 hingga 27 September 2026.
Prestasi ini menunjukkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi persaingan keterampilan industri di tingkat internasional.
Kedua peserta bernama Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky. Keduanya meraih total skor 686 poin dalam kompetisi di bidang Industri 4.0, di mana kompetisi ini berkaitan dengan penerapan teknologi digital dan otomasi dalam proses produksi industri.
Keberhasilan keduanya menembus kompetisi tingkat dunia tidak terlepas dari prestasi yang diraih sebelumnya pada WorldSkills ASEAN Competition 2025 di Manila, Filipina. Dalam ajang tersebut, Berkah Langit dan Rijalul Zacky berhasil meraih penghargaan Medallion for Excellence pada bidang Industry 4.0.
Pada WorldSkills Competition tahun ini, para peserta dituntut menguasai berbagai keterampilan teknis, mulai dari pengembangan sistem pabrik pintar (smart factory), penerapan Internet of Things (IoT), hingga pengoperasian dan pemeliharaan sistem otomasi industri.
Kemampuan tersebut menjadi dasar perkembangan teknologi yang dinilai semakin penting menuju sistem industri yang lebih modern dan efisien.
Capaian ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian memiliki potensi untuk menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang mampu bersaing secara global.
Pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan penguasaan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Di tengah transformasi industri menuju era Industri 4.0, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memahami teknologi digital, otomasi, dan integrasi sistem produksi terus meningkat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi industri, Kemenperin saat ini menaungi 13 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai daerah.
Seluruh satuan pendidikan tersebut memiliki spesialisasi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan sektor industri.
(Birru Aisyah)