Kemampuan tersebut menjadi dasar perkembangan teknologi yang dinilai semakin penting menuju sistem industri yang lebih modern dan efisien.
Capaian ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian memiliki potensi untuk menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang mampu bersaing secara global.
Pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan penguasaan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Di tengah transformasi industri menuju era Industri 4.0, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memahami teknologi digital, otomasi, dan integrasi sistem produksi terus meningkat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi industri, Kemenperin saat ini menaungi 13 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai daerah.
Seluruh satuan pendidikan tersebut memiliki spesialisasi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan sektor industri.
(Birru Aisyah)