Cerita berlanjut pada 2011, Nadiem memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri bernama Gojek. Dengan bekerjasama dengan tukang ojek untuk menawarkan kemudahan dan kecepatan kepada masyarakat Indonesia.
Gojek menawarkan jasa transportasi motor dan mobil, pengantaran barang, makanan dan jasa berbelanja atau pembelian tiket. Merintis dari hanya 20 driver dengan sistem via telepon call center hingga akhirnya Gojek mendapat suntikan dana dari Northstar Group asal Singapura pada 2014 yang membantu perilisan aplikasi mobile yang menarik minat pengguna.
Saat ini Gojek berhasil berkontribusi sebesar Rp9,9 triliun per tahun kepada perekonomian Indonesia dan merupakan perusahaan yang masuk level decacorn, yaitu perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari USD10 miliar. (*)