AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27922.34
-0.38%
-107.23
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Hanya Lulus SD dan Jadi Pelayan Toko, Goh Cheng Liang Kini Berharta Rp266 Triliun

INSPIRATOR
Aditya Pratama/iNews
Minggu, 15 Agustus 2021 10:14 WIB
Kekayaan bos cat ini mencapai 18,6 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp266,49 triliun.
Goh Cheng Liang masuk jajaran orang paling kaya di dunia dalam daftar Forbes tahun ini.  (Foto: Strait Times)
Goh Cheng Liang masuk jajaran orang paling kaya di dunia dalam daftar Forbes tahun ini. (Foto: Strait Times)

IDXChannel - Goh Cheng Liang masuk jajaran orang paling kaya di dunia dalam daftar Forbes tahun ini. Kekayaan bos cat ini mencapai 18,6 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp266,49 triliun.   

Goh lahir dari keluarga miskin pada 1928 di singapura. Dia tinggal bersama dengan keluarganya yang terdiri dari tujuh orang di sebuah kamar sewaan di ruko River Valley Road seharga 3 dolar AS per bulan. 

Dikutip dari DiscoverSG, saat usianya 12 tahun dan hanya memiliki ijazah SD, Goh dikirim orangtuanya ke Muar, Malaysia untuk membantu saudara iparnya menjual jaring ikan. Di sana, dia belajar beberapa keterampilan dalam mengelola bisnis.    

Pada 1943, Goh kembali ke Singapura dan memulai bisnisnya sendiri dengan menjual air soda tetapi berakhir dengan kegagalan. Namun dia tak putus asa, dan kembali bekerja di sebuah toko perangkat keras. Goh bekerja keras dan belajar semua yang bisa dipelajarinya di sana, sehingga secara bertahap mendapat promosi dan menjadi salesman. 

Enam tahun kemudian atau pada 1949, ketika tentara Inggris melelang kelebihan stok cat dari Perang Dunia II, Goh membeli beberapa barel cat tersebut. Dia menggunakan pengetahuan bisnisnya dan bereksperimen dengan berbagai pelarut dan bahan kimia untuk membuat cat, yang akhirnya diberi merek Pigeon.

Tahun berikutnya, usaha cat miliknya membuahkan hasil. Ketika bisnisnya berkembang pesat, pemerintah Singapura memberlakukan pembatasan impor karena Perang Korea

Mengutip Forbes, selama bertahun-tahun Goh menginvestasikan sebagian keuntungannya dari bisnis cat ke properti dengan membangun pusat perbelanjaan, hotel, serviced residence, serta bisnis distribusi ritel dengan mitra Jepang, bisnis kontrak manufaktur elektronik, pengemasan khusus, logistik, hingga perusahaan pertambangan di China. 

Putranya, Goh Hup Jin baru-baru ini juga membuat kesepakatan senilai 12 miliar dolar AS untuk meningkatkan kepemilikan saham mayoritas di Nippon Paint Holdings Jepang.  Sebagai salah satu orang terkaya di Singapura, Goh dikenal dermawan. Dia memberikan donasi untuk dana beasiswa, penelitian kanker, dan pendidikan melalui Goh Foundation. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD