Harga jualnya sekitar Rp65.000-Rp95.000, jika laku 1.000 bungkus kemasan 250 gram saja, Dorodokcu bisa menghasilkan Rp65 juta. Tak mengherankan bila Ulfah berhasil mencatatkan nilai penjualan yang fantastis.
Ulfah mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pebisnis, apalagi menjadi pengusaha kerupuk kulit. Oleh karena itu akhirnya dia mengajak temannya yang bernama Lutfi Azhar untuk mengembangkan dan membesarkan Dorokdokcu.
Mereka berdua akhirnya mengembangkan Dorokdokcu bersama. Mulai dari varian rasa bumbu, promosi di media sosial, dan sebagainya. Saat ini, Dorokdokcu punya lima distributor dan 200 reseller di 25 kota.
Kerupuk kulit Dorokdokcu dijual sampai ke Lampung dan Palembang, dan daerah-daerah lain di luar Bandung. Terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa.
Itulah kisah sukses pengusaha kerupuk kulit asal Bandung, yang sukses mencatatkan omzet fantastis berkat dorokdok.
(Nadya Kurnia)