AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Pandemi Jadi Ladang Cuan, Pria Ini Ciptakan Bisnis Tanda Tangan Elektronik

INSPIRATOR
Yulistyo Pratomo
Rabu, 31 Agustus 2022 14:40 WIB
Saat pandemi melanda dunia tepatnya dua tahun silam, semua aktivitas beralih ke sistem daring. Beberapa usaha meraup cuan besar.
Pandemi Jadi Ladang Cuan, Pria Ini Ciptakan Bisnis Tanda Tangan Elektronik. (Foto: MNC Media)
Pandemi Jadi Ladang Cuan, Pria Ini Ciptakan Bisnis Tanda Tangan Elektronik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Saat pandemi melanda dunia tepatnya dua tahun silam, semua aktivitas beralih ke sistem daring. Tak terkecuali pemakaian sistem digital elektronik pada kebutuhan tanda tangan (e-sign) untuk keperluan surat menyurat.

Kondisi ini menjadi berkah bagi Taichiro Motoe, pendiri Bengo4. Dilansir dari laman Forbes, Senin (5/10/2020), perusahaan raksasa seperti Toyota dan Nomura tercatat mendaftar untuk layanan tanda tangan elektronik dari Bengo4.com Inc.

Alhasil, saham perusahaan melonjak hingga 100 persen pada tahun ini. Lonjakan harga saham membuat Taichiro Motoe, menjadi miliarder di tengah pandemi.

Melansir dari economy.okezone, Motoe mengatakan, para investor optimis dengan layanan tanda tangan elektronik Bengo4, yang disebut CloudSign, di era Covid-19. Karena semakin banyak orang yang bekerja dari jarak jauh sehingga membuat perusahaan Jepang beralih ke tanda tangan elektronik dari stempel fisik.

Investor antusias dengan layanan e-signature Bengo4, yang disebut CloudSign, di era Covid-19. Karena semakin banyak orang yang bekerja dari jarak jauh, sejumlah perusahaan di Jepang juga beralih menggunakan e-sign untuk mengautentikasi dokumen. “CloudSign mengubah budaya hanko tradisional,” kata Motoe.

Menurut Bengo4, CloudSign miliknya ini merupakan layanan tanda tangan elektronik yang dominan di Jepang, dengan pangsa pasar di negara tersebut sekitar 80 persen.

"Harga saham Bengo4.com telah meningkat tajam di tengah ekspektasi penetrasi yang lebih cepat dari layanan kontrak elektronik karena upaya yang dipimpin pemerintah untuk menghentikan penggunaan segel pribadi semakin meningkat sebagai tanggapan terhadap Covid-19," tulis analis JPMorgan Haruka Mori menulis dalam catatan penelitiannya.

Perusahaan melaporkan penjualan Bengo4 mencapai 1,16 miliar yen pada kuartal kedua 2020, naik 24 persen secara yoy. Pertumbuhan tersebut dipimpin bisnis CloudSign, yang penjualan kuartalannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 262 juta yen.

Bengo4 memperkirakan penjualan triwulanan CloudSign akan mencapai dua kali lipat lagi tahun depan menjadi sekitar 500 juta yen.

“Kami ingin mengembangkan bisnis Bengo4 menjadi USD100 juta dalam penjualan selama empat sampai lima tahun ke depan,” kata Motoe. (TYO)

Penulis: Ridho Hatmanto

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD