AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Siapa Pemilik Khong Guan? Brand Biskuit Langganan saat Lebaran 

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Kamis, 30 Juni 2022 12:09 WIB
Siapa pemilik Khong Guan? Banyak orang belum mengetahui siapa pemilik brand biskuit yang banyak disuguhkan saat Lebaran ini.
Siapa Pemilik Khong Guan? Brand Biskuit Langganan saat Lebaran. (Foto: Istimewa)
Siapa Pemilik Khong Guan? Brand Biskuit Langganan saat Lebaran. (Foto: Istimewa)

IDXChannel – Siapa pemilik Khong Guan? Banyak orang belum mengetahui siapa pemilik brand biskuit yang banyak disuguhkan saat Lebaran ini. Brand biskuit dan wafer ini agaknya menjadi favorit masyarakat Indonesia. Bahkan, selepas biskuit dan wafernya habis, kalengnya acapkali disimpan dan digunakan untuk menyimpan makanan seperti rengginang maupun kerupuk. 

Namun, meski penjualan Khong Guan melejit di Indonesia, namun rupanya brand ini tidak berasal dari Tanah Air, lho. Penasaran, siapa pemilik Khong Guan? Yuk, intip dalam ulasan IDXChannel berikut ini!

Siapa Pemilik Khong Guan? 

Khong Guan merupakan brand makanan ringan yang berasal dari Singapura. Brand ini didirikan oleh dua bernama Chew Choo Keng dan Chew Choo Han asal Fujian. Kedua bersaudara ini merupakan imigran yang menetap di Singapura. 

Pada awalnya Chew Choo Keng dan Chew Choo Han bekerja di pabrik di sebuah pabrik biskuit lokal. Namun, saat Jepang menginvasi Singapura, keduanya kemudian pindah ke Perak, Malaysia. Di sanalah dua bersaudara ini membuat biskuit sendiri untuk dijual. Biskuit mereka sebenarnya cukup laku. Sayangnya, mereka harus terkendala pasokan bahan baku hingga akhirnya beralih menjual garam dan sabun. 

Ketika Jepang tak lagi menginvasi Singapura, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han kembali ke Singapura dan membuat biskuit lagi. Dua kakak beradik ini mendirikan Khong Guan Biscuit Factory di Singapura pada 1947. Penjualan biskuit ini pun meningkat pesat hingga akhirnya mereka mendirikan pabrik lain di Malaysia, Thailand, Filipina, bahkan Indonesia. Pabrik Khong Guan juga didirikan di sejumlah kota pesisir di China pada 1980-an. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD