AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Siapa pemilik Rumah Sakit Siloam yang Masuk Orang Terkaya di Indonesia

INSPIRATOR
Akhmad Fajar Eka/SEO
Minggu, 17 Juli 2022 14:00 WIB
Siapa pemilik rumah sakit siloam? Pertanyaan ini kerap ditanyakan sejumlah masyarakat lantaran rumah sakit Siloam tersebar di beberapa kota. 
 Siapa pemilik Rumah Sakit Siloam yang Masuk Orang Terkaya di Indonesia. (FOTO : MNC Media)
 Siapa pemilik Rumah Sakit Siloam yang Masuk Orang Terkaya di Indonesia. (FOTO : MNC Media)

IDXChannel - Siapa pemilik rumah sakit siloam? Pertanyaan ini kerap ditanyakan sejumlah masyarakat lantaran rumah sakit Siloam tersebar di beberapa kota. 

Apakah pemilik rumah sakit Siloam masuk dalam naungan Grup Lippo yang didalamnya terdapat bisnis lain, terdiri dari Meikarta, OVO dan Hypermart. 

Lalu siapa pemilik yang mempunyai banyak bisnis di dalam Grup Lippo ini? Dapat Anda simak sampai habis dalam artikel ini.

Pendiri Grup Lippo

Mochtar Riady merupakan seorang pendiri dari Grup Lippo. Grup Lippo didirikan pada tahun 1950. 

Kini, Grup Lippo berganti nama menjadi Bank CIMB Niaga dan posisi sahamnya telah berubah.

Perjalanan Karir Mochtar Riady

Mochtar Riady lahir pada 12 Mei 1929 di Malang, Jawa Timur. 

Sejak kecil Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi bankir sejak umurnya masih 10 tahun.

Alasanya pada saat ia hendak berangkat sekolah, Mochtar selalu melihat kantor dari Nederlandsche Handels Bank (NHB) yang memiliki pegawai yang berpakaian rapi dan sibuk dengan pekerjaanya. 

Akan tetapi cita-cita Mochtar Riady di tentang oleh ayahnya, karena jika ingin menjadi seorang bankir perlu biaya yang besar tidak sesuai dengan kondisi keluarga Mochtar pada saat itu.

Awal ia terjun menjadi seorang pebisnis, Mochtar diberi tanggung jawab untuk mengurusi toko mertuanya. 

Lalu pada tahun 1954 Mochtar pergi ke Jakarta untuk bekerja di sebuah CV  selama enam bulan. Setelah itu ia bekerja kepada seorang importer. 

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD