Saat ini di Indonesia, sektor ritel makanan menjadi salah satu bidang yang diminati. Meskipun penetrasi digital di Indonesia cenderung rendah, yaitu -0,4% dibandingkan penetrasi e-commerce 10ri, namun area tersebut masih layak untuk dicermati.
Kondisi pandemi yang sedang berlangsung semakin mendorong adopsi digital, menjadikan sektor grosir online sebagai peluang besar di Indonesia dan siap untuk mencapai setidaknya USD6 miliar pada tahun 2025.
Menyadari hal ini dan peluang untuk menciptakan lebih banyak kemudahan bagi jutaan masyarakat Indonesia, pada September 2021, Vincent Tjendra mendirikan Astro. Tujuan utamanya adalah agar konsumen dapat berbelanja kebutuhan sembako dan sembako harian yang diantarkan dalam waktu 15 menit setelah melakukan pemesanan melalui aplikasi. (SNP)