“Investor global tidak hanya melihat besar kecilnya pasar, tetapi juga bagaimana kualitas tata kelola, transparansi kepemilikan, ketersediaan saham publik dan integritas pembentukan harga. Karena itu, langkah-langkah yang dilakukan BEI menyentuh hal-hal yang memang fundamental bagi peningkatan daya saing pasar Indonesia,” kata Eduardus.
Dia menegaskan, keberhasilan agenda reformasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah kebijakan yang diluncurkan pada tahap awal, tetapi juga konsistensi penerapannya dalam jangka panjang.
Menurutnya, ambisi memperbesar pasar modal Indonesia perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kedalaman pasar. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya tercermin dari jumlah investor dan nilai kapitalisasi pasar, tetapi juga dari transparansi, likuiditas, serta kepercayaan pelaku pasar.
“Dengan menjaga momentum reformasi, ambisi untuk menjadikan BEI semakin besar perlu berjalan seiring dengan upaya membangun pasar yang semakin dalam, transparan, likuid, dan dipercaya investor,” kata Eduardus.
(DESI ANGRIANI)