AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

AB dan Data Vendor Belum Siap, BEI Tunda Penerapan Protokol ITCH

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Minggu, 26 Juni 2022 15:31 WIB
Penggunaan Protocol FIX 5.0 diharapkan dapat memperkecil latensi atau waktu tempuh order dari sekuritas/anggota Bursa ke BEI menjadi hanya dalam milisecond.
AB dan Data Vendor Belum Siap, BEI Tunda Penerapan Protokol ITCH (foto: MNC Media)
AB dan Data Vendor Belum Siap, BEI Tunda Penerapan Protokol ITCH (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bursa Efek indonesia (BEI) memutuskan untuk menunda sekaligus mengkaji kembali pengimplementasian sistem Protokol FIX 5.0 pada Jakarta Automated Trading System (JATS) serta Protokol ITCH yang semula direncanakan bakal mulai dipakai pada Juni 2022.

Protokol FIX 5.0 sendiri merupakan versi terbaru dari Protocol FIX 4.2 yang selama ini digunakan dalam sistem realtime transaction pada aktivitas perdagangan BEI. Penggunaan Protocol FIX 5.0 diharapkan dapat memperkecil latensi atau waktu tempuh order dari sekuritas/anggota Bursa sampai ke BEI menjadi hanya dalam hitungan milisecond. Sedangkan Protokol ITCH merupakan bentuk pembaruan dari sistem penerima datafeed (data order dan transaksi) dari BEI.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, saat ini sudah ada 53 dari total 93 sekuritas anggota bursa (AB) yang telah menerapkan ITCH. Sedangkan dari total 14 Data Vendor, sembilan diantaranya dilaporkan telah melaksanakan ITCH Protocol.

"Kami beri batas (kelonggaran penerapan) hingga akhir Agustus 2022 bagi vendor data yang belum siap, dari rencana semula kami wajibkan pada awal Juli 2022," ujar Laksono, kepada media.

Atas kelonggaran tersebut, menurut Laksono, pihaknya telah melayangkan surat ke seluruh AB, bahwa bagi AB yang aplikasinya belum dapat mengambil data dari ITCH, maka diberikan perpanjangan sampai dengan akhir Agustus 2022.

Saat ini BEI disebut Laksono tengah melakukan kajian mengenai dampak penutupan data feed kepada Data Vendor pada 30 Juni 2022 mendatang.

“Hasil kajian ini nantinya akan menentukan apakah perlu dilakukan relaksasi atau tidak,” tegas Laksono. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD