Perseroan menyatakan sisa dana hasil IPO tersebut ditargetkan digunakan pada semester III-2027.
Sebagai informasi, ACRO resmi mencatatkan sahamnya atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2024.
ACRO menawarkan sebanyak 693,8 juta saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Jumlah saham yang dilepas lewat IPO ini setara dengan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO.
Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp108 per saham. Harga IPO ini berada di batas atas dari penawaran awal antara Rp103-Rp108 per saham. Sehingga, perseroan mengantongi dana segar hingga Rp75 miliar.
(Dhera Arizona)