"Karena sudah ada pengumuman di capital market, juga termasuk langkah-langkah dan juga tadi ada 3 emiten disebut. Jadi sudah cukup. Sepertinya MSCI sudah selesai tadi," kata Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Kendati demikian, Airlangga mengatakan bakal ada rapat kabinet yang juga membahas soal kondisi perekonomian. Meski begitu, dia tidak menyebutkan soal apakah bahasan rapat kabinet turut menyinggung masalah di pasar saham. "Kita akan rapat nanti. Sepertinya MSCI sudah selesai tadi," ujar Airlangga.
Adapun, dalam pengumuman resminya, MSCI menyoroti kekhawatiran investor institusional global mengenai keterjangkauan investasi ketidakjelasan struktur kepemilikan saham, tingginya konsentrasi kepemilikan atau HSC, hingga dugaan transaksi perdagangan yang terkoordinasi.
Kendati otoritas pasar modal Indonesia telah menerbitkan pembenahan regulasi seperti kewajiban pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen, perincian klasifikasi investor, serta peta jalan pemenuhan free float minimum 15 persen, MSCI menilai pelaku pasar global masih menunggu bukti konsistensi penegakan hukum dan dampak material nyata di pasar reguler.
(kunthi fahmar sandy)