sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Alibaba Cari Dana Rp180 Triliun untuk Biayai Pengembangan AI

Market news editor Rahmat Fiansyah
24/08/2026 05:00 WIB
Alibaba berencana menghimpun dana sekitar HKD80 miliar atau Rp180 triliun melalui skema private placement untuk proyek AI.
Alibaba berencana menghimpun dana sekitar HKD80 miliar atau Rp180 triliun melalui skema private placement untuk proyek AI. (Foto: iNews Media Group)
Alibaba berencana menghimpun dana sekitar HKD80 miliar atau Rp180 triliun melalui skema private placement untuk proyek AI. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Alibaba Group Holding Ltd. berencana menghimpun dana sekitar HKD80 miliar atau Rp180 triliun melalui skema private placement. Aksi korporasi tersebut menjadi langkah terbaru perusahaan untuk memperkuat posisi dalam persaingan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (23/8/2026), Alibaba akan menerbitkan sebanyak 710 juta saham dengan harga HKD112,7 per saham. Harga tersebut mencerminkan diskon 3,6 persen dibandingkan harga penutupan Alibaba pada Jumat (21/8/2026). China International Capital Corp., HSBC Holdings Plc, Morgan Stanley, dan UBS Group AG bertindak sebagai pihak yang mengatur transaksi tersebut.

Penjualan saham tersebut diperkirakan menjadi aksi penerbitan saham lanjutan (follow-on offering) terbesar yang pernah dilakukan perusahaan di Hong Kong. Transaksi ini juga akan menjadi penjualan saham terbesar di Hong Kong sejak 2021, ketika Prosus NV menjual saham Tencent Holdings Ltd. senilai USD14,7 miliar.

Dana hasil penjualan saham akan digunakan Alibaba untuk meningkatkan investasi pada kapabilitas AI, termasuk meningkatkan infrastruktur. Langkah tersebut dilakukan ketika perusahaan meningkatkan belanja modal kuartalannya hingga hampir USD10 miliar untuk mempertahankan posisi dalam persaingan AI global yang semakin ketat.

Langkah penggalangan dana ini dilakukan ketika biaya pengembangan AI dan infrastruktur komputasi mulai menekan kinerja keuangan Alibaba. Laba perusahaan pada kuartal yang berakhir Juni 2026 anjlok lebih dari 75 persen menjadi USD1,6 miliar atau Rp28 triliun.

Pada periode yang sama, Alibaba mencatat arus kas bebas negatif sebesar USD6,6 miliar. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan investasi perusahaan untuk proyek AI dan infrastruktur komputasi.

Alibaba juga semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain AI global melalui pengembangan Qwen. Model AI unggulan tersebut disebut menjadi keluarga model AI paling populer di dunia pada tahun ini.

Sebagai salah satu perusahaan e-commerce terbesar China sekaligus pemimpin pasar komputasi awan domestik, Alibaba menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif berinvestasi di bidang AI. Perusahaan mengalokasikan modal untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengembangan chip dan pusat data hingga pengembangan large language model (LLM).

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement