IDXChannel - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih sebesar USD880 juta atau Rp15,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian ini berbalik dari rugi bersih USD175 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring peningkatan produksi, volume penjualan, dan harga komoditas.
Penjualan bersih AMMAN melonjak 494 persen secara tahunan menjadi USD3,24 miliar dari sebelumnya USD545,33 juta. Kinerja tersebut mendorong EBITDA meningkat 557 persen menjadi USD1,83 miliar, dengan margin mencapai 57 persen.
Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto mengatakan, produksi di seluruh rangkaian operasi terintegrasi perseroan terus menunjukkan pertumbuhan kuat pada kuartal III-2026. Sepanjang sembilan bulan pertama, produksi konsentrat tembaga meningkat 87 persen menjadi 580.713 metrik ton kering.
“Produksi di seluruh rangkaian operasi terintegrasi kami terus mencatat pertumbuhan yang kuat pada Q3 2026. Pada 9M 2026, produksi konsentrat meningkat 87 persen secara tahunan menjadi 580.713 metrik ton kering, sementara produksi tembaga dan emas masing-masing meningkat 129 persen menjadi 332 juta pon dan 616 persen menjadi 541.337 ons,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Arief menambahkan, stabilitas operasi smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia atau Precious Metal Refinery (PMR) turut mendukung kinerja. Kedua fasilitas tersebut menghasilkan 102.783 ton katoda tembaga dan 296.897 ons emas murni selama periode tersebut. Perseroan juga telah memperoleh Smelter Project Acceptance Certificate yang menandai penyelesaian resmi proyek smelter bersama kontraktor.
Sementara itu, Direktur Keuangan AMMAN, Anthony Mathias menyebut peningkatan volume penjualan dan harga logam yang menguntungkan menjadi faktor utama penguatan kinerja. Penjualan bersih terdiri dari USD1,38 miliar dari katoda tembaga, USD772 juta dari emas murni, dan USD1,09 miliar dari penjualan konsentrat.
“Kinerja sembilan bulan pertama 2026 mencerminkan dampak positif dari penguatan kinerja operasional, peningkatan volume penjualan, serta kondisi harga logam yang menguntungkan. Penjualan bersih mencapai USD3,24 miliar, meningkat 494 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Anthony.
Dari sisi produksi, volume bijih yang diproses meningkat 38 persen menjadi 32 juta ton. Kenaikan tersebut, disertai peningkatan kadar bijih, mendorong produksi tembaga dalam konsentrat menjadi 332 juta pon dan emas menjadi 541.337 ons. Sementara itu, produksi katoda tembaga naik 150 persen menjadi 102.783 ton dan emas murni meningkat 563 persen menjadi 296.897 ons.
Penguatan kinerja juga tercermin dari arus kas bersih aktivitas operasi yang mencapai USD839,31 juta, berbalik dari arus kas negatif USD888,17 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan turut menurunkan utang bersih 13 persen sejak awal tahun menjadi sekitar USD5 miliar per akhir September 2026. Rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik menjadi 1,9 kali dari 5,4 kali pada akhir 2025.
Sementara itu, belanja modal turun 84 persen menjadi USD170 juta seiring hampir rampungnya proyek-proyek utama dan berkurangnya kebutuhan belanja modal pemeliharaan. AMMAN juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai Rp1 triliun atau sekitar USD55 juta pada 22 Oktober 2026.
Perseroan mempertahankan panduan produksi 2026, yakni konsentrat sebesar 900.000 metrik ton kering, tembaga dalam konsentrat 485 juta pon, dan emas dalam konsentrat 775.000 ons. Untuk kegiatan pemurnian, produksi katoda tembaga ditargetkan mencapai 130.000 ton dan emas murni 350.000 ons. Manajemen menyatakan perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai atau melampaui panduan tersebut.
(Rahmat Fiansyah)