AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Apa Saja Saham yang Akan Naik Setelah Covid-19?

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Minggu, 15 Mei 2022 07:51 WIB
Saham yang akan naik setelah Covid-19 memang banyak dari berbagai sektor.
Apa Saja Saham yang Akan Naik Setelah Covid-19? (Foto: Saham yang Akan Naik Setelah Covid)
Apa Saja Saham yang Akan Naik Setelah Covid-19? (Foto: Saham yang Akan Naik Setelah Covid)

IDXChannel - Saham yang  akan naik setelah Covid-19 memang banyak dari berbagai sektor. Meskipun pandemi telah menyebabkan banyak perusahaan merugi, investor dapat melihat pasar saham sebagai instrumen pilihan mereka.

Kini setelah pandemi mereda, dan dengan tren pertumbuhan ekonomi saat ini, saham berpotensi lebih menguntungkan daripada instrumen investasi lainnya. Namun, dia juga mengingatkan investor untuk berhati-hati dalam memilih sektor ketika berinvestasi di saham. Pasalnya, tidak semua bisnis akan tumbuh signifikan.

Mengutip berbagai sumber, adapun beberapa saham yang akan bersinar pada 2022 antara lain Bank Neo Niaga (BBYB) yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan kinerja, seiring dengan peningkatan jumlah nasabah. Adapun target BBYB diketahui senilai 4.340. Bank lain seperti bank plat merah, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) dengan target penguatan masing-masing 5.020 dan 9.050.

Untuk sektor otomotif, Astra International (ASII) dinilai memiliki target penguatan sekitar 7.500 dan untuk sektor real estate khususnya Bumi Serpong Damai (BSDE) dengan target penguatan 1.400.

Pemulihan ekonomi pada tahun 2022 terkait dengan harga komoditas yang masih relatif tinggi, berpotensi mengubah pendapatan masyarakat dan mendukung daya beli masyarakat. Namun, menurutnya sektor yang menarik pada 2022 bukan komoditas melainkan industri yang erat kaitannya dengan perekonomian, seperti perbankan, otomotif, dan real estate.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD