Menurut perseroan, harga saham AMOR saat ini masih berada di bawah rata-rata valuasi historisnya. Karena itu, buyback sejalan dengan pandangan jangka panjang manajemen terhadap prospek industri dan perseroan, serta menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan struktur permodalan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham tanpa mengabaikan keberlanjutan usaha.
Perseroan memastikan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Sebaliknya, apabila seluruh rencana pembelian kembali saham terealisasi, laba per saham (earnings per share/EPS) diproyeksikan meningkat.
Hingga Jumat (31/7/2026), saham AMOR menguat 2,35 persen ke Rp348 dengan mengakumulasi kenaikan 9,43 persen dalam satu bulan. Secara year to date (ytd), saham AMOR tercatat turun 9,84 persen.
(DESI ANGRIANI)