Di luar Grup Barito, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terafiliasi dengan Grup Salim juga menjadi salah satu target utama aksi jual asing. Saham perusahaan tambang tersebut mencatat outflow Rp2,97 triliun, sementara harganya merosot 35,29 persen menjadi Rp3.300.
Tekanan serupa terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas. Saham DSSA mencatat net sell Rp1,16 triliun dan menjadi salah satu yang berkinerja terburuk selama Mei setelah ambles 69,54 persen ke level Rp492.
Sementara itu, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dibukukan mengalami jual bersih asing Rp1,50 triliun. Harga saham ANTM ditutup di Rp2.900 atau turun 22,46 persen dalam sebulan terakhir.
Pada sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga tidak luput dari tekanan. Investor asing membukukan net sell Rp1,48 triliun pada saham BBRI, meski harga sahamnya hanya terkoreksi 1,34 persen menjadi Rp2.950.
Daftar 10 besar saham dengan outflow asing terbesar selama Mei ditutup oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Emiten ritel tersebut mencatat jual bersih asing Rp656,68 miliar dengan harga saham turun 12,88 persen menjadi Rp1.150.