sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ASLC Andalkan Ekosistem Lelang–Ritel, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit di 2026

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
27/01/2026 21:45 WIB
Adanya basis ekosistem kuat yang dimiliki membuat ASLC yakin akan mampu meraih kinerja bisnis yang lebih baik tahun ini.
ASLC Andalkan Ekosistem Lelang–Ritel, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit di 2026. (Foto: Doc ASLC)
ASLC Andalkan Ekosistem Lelang–Ritel, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit di 2026. (Foto: Doc ASLC)

IDXChannel - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yang bergerak di bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) tetap optimistis menghadapi 2026 meskipun industri mobil bekas masih diwarnai tantangan daya beli dan dinamika pasar. Untuk itu, Perseroan menerapkan strategi penguatan ekosistem lelang dan ritel yang dijalankan secara terintegrasi.

“Berbekal ekosistem bisnis yang terdiri dari JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, ASLC terus membangun ekosistem jual beli kendaraan bekas baik secara online maupun offline untuk semua segmen konsumen. Dalam hal ini, kami terus mengedepankan visi menjadi omni channel marketplace terpercaya untuk otomotif,” kata Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra dalam keterangan resminya pada Selasa (27/01/2026).

Adanya basis ekosistem kuat yang dimiliki membuat ASLC yakin akan mampu meraih kinerja bisnis yang lebih baik tahun ini. Selaras dengan masih terbukanya peluang jangka panjang industri mobil bekas di Indonesia, Perseroan optimis akan dapat meraih pertumbuhan pendapatan dobel digit di tahun 2026. 

Untuk tahun 2025 sendiri, per kuartal III pendapatan ASLC tumbuh 15 persen YoY menjadi Rp713,0 miliar. Dari total pendapatan tersebut, lini bisnis lelang JBA memberikan kontribusi sebesar Rp201,8 miliar. Dengan volume lelang mencapai lebih dari 92 ribu unit, Perseroan melihat bahwa bisnis lelang tumbuh stabil jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai unit bisnis lelang Perseroan, JBA merupakan balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia, yang memiliki rekam jejak lebih dari 1 juta transaksi lelang sejak berdiri pada 2011. JBA memiliki jaringan nasional yang mencakup 39 lokasi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 15 cabang dan 24 hub. 

Adanya dukungan jaringan nasional yang besar tersebut memungkinkan ASLC menjangkau pasar yang lebih luas serta melayani kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah. Sehingga sudah sewajarnya, kalau saat ini JBA memiliki lebih dari 90.000 pembeli lelang yang berpartisipasi. Adanya keberadaan partisipan pembeli lelang yang besar tersebut, ditambah dukungan jaringan kemitraan dengan lebih dari 400 perusahaan dan 7.000 dealer kendaraan bekas, telah menghasilkan volume transaksi lelang yang kuat dan stabil. Oleh karenanya, tidak mengherankan kalau JBA memiliki kinerja operasional yang konsisten.  

"JBA memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan lelang melalui inovasi digital dan perluasan jaringan. Harapannya, hal itu akan mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif nasional yang lebih transparan dan berkelanjutan," tutup Chief Executive Officer JBA Indonesia, Kazuhiro Shioyama.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement