Dengan demikian, Dividend Payout Ratio (DPR) Astra untuk tahun buku 2025 sebesar 48,15 persen dari laba bersih. Sementara sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.
Dalam laporan keuangan konsolidasian yang diterbitkan Jumat (27/2/2026), Astra memiliki likuiditas yang solid. Posisi kas dan setara kas perseroan menyentuh Rp52,6 triliun per akhir 2025, lebih besar dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp48,4 triliun.
Harga saham ASII hingga siang ini terpantau melemah 1,12 persen ke Rp6.650. Dengan demikian, indikasi dividend yield-nya sekitar 4,4 persen untuk dividen final dan 5,9 persen untuk total dividen dengan asumsi harga akuisisi hari ini.
(Rahmat Fiansyah)