Di sisi lain, Astra juga menjalankan Management Share Ownership Program (MSOP). Program tersebut ditujukan untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dengan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Dari sisi kinerja, Astra mencatat pendapatan bersih konsolidasian Rp157,9 triliun pada semester I-2026, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat Rp12,5 triliun.
Kinerja Astra masih ditopang oleh sejumlah bisnis di luar pertambangan. Segmen Otomotif mencatat pertumbuhan laba sebesar 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.
Dengan kombinasi penguatan bisnis inti dan disiplin alokasi modal, Astra menargetkan tetap mampu menjaga imbal hasil bagi pemegang saham, sekaligus mempertahankan ketahanan neraca keuangan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. (Febrina Ratna Iskana)