IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak sembilan perusahaan berada dalam antrean (pipeline) penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang mencatat tujuh perusahaan.
"Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," tulis dokumen resmi pipeline BEI, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan klasifikasi aset, sebanyak empat perusahaan calon emiten memiliki aset skala menengah, yakni Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, tiga perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar dan dua perusahaan lainnya memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.
Dari sisi sektor, antrean calon emiten didominasi perusahaan layanan kesehatan sebanyak empat perusahaan. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor finansial, dan satu perusahaan dari sektor industrial.
Secara kumulatif, hingga 16 Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Sementara itu, penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga mencatatkan aktivitas yang cukup tinggi. Hingga periode yang sama, sebanyak 145 emisi dari 65 penerbit telah diterbitkan dengan total penghimpunan dana mencapai Rp146,09 triliun.
BEI juga mencatat terdapat 24 emisi EBUS dari 16 entitas penerbit yang masih berada dalam antrean penerbitan.
Adapun untuk aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue), sebanyak 16 perusahaan telah merampungkan aksi tersebut hingga 16 Oktober 2026. Total dana yang dihimpun mencapai Rp37,35 triliun.
Saat ini, masih terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang berada dalam antrean pelaksanaan rights issue.
(Rahmat Fiansyah)