Menurutnya, BLES secara konsisten mengoptimalkan penggunaan energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik Lamongan, Sragen, dan Banjarnegara. Pada akhir 2025, kapasitas PLTS Atap telah mencapai 2.545 kWp dan ditargetkan meningkat menjadi 4.370 kWp pada akhir 2026.
"Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional sekaligus memperkuat komitmen perseroan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan," kata dia.
Ke depan, ujar Andrew, perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.
"Sejalan dengan itu, perseroan juga akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
BLES saat ini memegang posisi sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia dengan merek dagang Blesscon dan Superiore Block. Kapasitas produksi perseroan mencapai sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun, yang ditopang oleh enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Jaringan produksi yang luas tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
(Dhera Arizona)