Pada awal Agustus 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menanyakan progres rencana akuisisi tersebut. Saat itu, proses akuisisi masih terus dilakukan karena adanya persyaratan pendahuluan yang harus dipenuhi terutama persetujuan pemegang saham Loyal.
Kemudian pada 20 Agustus 2026, Loyal yang memiliki kode emiten LLM di Bursa Australia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta restu investor terkait rencana BUMI. Pemegang saham pun menyetujui rencana tersebut.
Loyal Metals diketahui selama ini fokus menggarap komoditas tembaga dan emas di Australia. Namun belakangan, perusahaan tengah beralih fokus menggarap segmen mineral kritis.
(Rahmat Fiansyah)