IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak beragam pada Senin (22/6/2026) di tengah indeks saham Jepang dan Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi baru.
Sentimen positif dari investasi kecerdasan buatan (AI) dan sektor semikonduktor menjadi penggerak utama pasar, mengimbangi kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 menembus level 72.000 untuk pertama kalinya. Nikkei 225 menguat 1,4 persen ke posisi 72.247,21 pada awal perdagangan, setelah sempat menyentuh rekor intraday 72.269,64. Sementara itu, indeks TOPIX naik 1,1 persen menjadi 4.089,59.
Melansir dari Reuters, lonjakan saham Jepang terjadi setelah laporan mengenai rencana pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menargetkan investasi publik dan swasta sekitar 370 triliun yen atau setara USD2,29 triliun hingga 2040.
Dana tersebut akan diarahkan ke sektor strategis, termasuk AI dan industri chip.
"Perusahaan terkait AI kembali menjadi penggerak utama pasar," ujar Strategis Ekuitas Wataru Akiyama.
Meski demikian, ia menilai kewaspadaan investor terhadap perkembangan situasi Iran dan kawasan Timur Tengah masih akan berlanjut.
Kenaikan juga terjadi di Korea Selatan. Indeks KOSPI melonjak hampir 2 persen ke sekitar 9.230, mencetak rekor tertinggi baru setelah sebelumnya terkoreksi.
Saham teknologi menjadi penopang utama seiring meningkatnya optimisme terhadap permintaan chip global yang didorong oleh perkembangan AI.
Sentimen tersebut diperkuat oleh data ekspor Korea Selatan yang melonjak 60,4 persen secara tahunan dalam 20 hari pertama Juni.
Pengiriman semikonduktor bahkan hampir meningkat tiga kali lipat, mencerminkan kuatnya permintaan global terhadap komponen AI.
Saham produsen chip utama ikut menguat. SK Hynix naik sekitar 4 persen, SK Square melonjak lebih dari 8 persen, sementara Samsung Electronics menguat 1 persen.
Optimisme sektor chip juga meningkat setelah muncul laporan bahwa eksekutif LG Group akan bertemu dengan jajaran Nvidia pekan ini untuk membahas kerja sama di bidang AI dan robotika.
Di pasar Asia lainnya, indeks ASX 200 Australia naik tipis 0,08 persen, sedangkan CSI 300 China daratan menguat 0,53 persen.
Sebaliknya, Shanghai Composite melemah 0,17 persen, Hang Seng Index Hong Kong turun 1,64 persen, dan Straits Times Index Singapura terkoreksi 0,12 persen.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan pembicaraan AS-Iran setelah mediator Qatar dan Pakistan menyatakan terdapat kemajuan dalam perundingan dan negosiasi akan berlanjut.
Namun, risiko ketegangan di Timur Tengah serta potensi kenaikan harga minyak tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi inflasi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. (Aldo Fernando)