IDXChannel - Wall Street atau Bursa saham AS bergerak variatif pada pembukaan perdagangan hari Kamis (6/8/2026), melanjutkan tren serupa dari sesi sebelumnya setelah Wall Street sedikit melambat mengawali bulan Agustus.
Dilansir dari laman Investing Kamis (6/8/2026), para investor menantikan kabar terbaru mengenai potensi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sementara kekhawatiran baru terkait perdagangan sektor kecerdasan buatan (AI) memberikan tekanan pada saham-saham teknologi.
Pada pukul 09.31 waktu setempat (13.31 GMT), indeks acuan S&P 500 naik tipis ke level 7.724,51 poin, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average menguat 0,1 persen menjadi 54.426,85 poin, dan indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,4 persen ke posisi 26.265,58 poin.
Sektor teknologi tertekan oleh penurunan saham perusahaan besar pembuat cip memori, Sandisk dan Western Digital, yang masing-masing anjlok lebih dari 13 persen dan 19 persen pada saat pembukaan perdagangan.
Kedua perusahaan tersebut sebelumnya banyak diuntungkan oleh lonjakan belanja infrastruktur AI, namun laporan keuangan terbaru mereka gagal memenuhi ekspektasi tinggi pasar.
Pergerakan pasar yang beragam pada hari Rabu sebagian disebabkan oleh laporan keuangan yang mengecewakan dari perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX, dan produsen cip AI, Advanced Micro Devices.
Saham-saham sektor cip juga tertinggal setelah sempat mencatatkan awal bulan Agustus yang kuat, dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 1,4 persen.
SpaceX diperkirakan kembali menjadi sorotan hari ini, seiring dengan berakhirnya masa penguncian saham (lock-up) pasca-IPO yang berlaku bagi sejumlah karyawan dan investor. Seperti diketahui, pada hari Rabu, saham SpaceX turun 13 persen dan kini telah merosot jauh di bawah harga IPO-nya yang sebesar USD135.
Penurunan harga saham perusahaan semikonduktor berlanjut hingga sesi perdagangan Asia pada hari Kamis. Seiring dengan pelemahan saham Sandisk dan Western Digital, produsen cip memori asal Asia, Samsung Electronics dan SK Hynix, mengalami penurunan tajam yang turut menyeret turun indeks KOSPI Korea Selatan dan Nikkei 225 Jepang.
Sementara itu, musim laporan keuangan kuartal kedua akan berlanjut pada hari Kamis dengan rilis kinerja dari ConocoPhillips, Airbnb, dan Warner Bros Discovery.
Dari sisi kalender ekonomi, data nonfarm payrolls AS untuk bulan Juli dijadwalkan rilis pada hari Jumat. Angka ini kemungkinan memengaruhi ekspektasi pasar terkait suku bunga.
Di luar sektor teknologi, para pelaku pasar menantikan kabar mengenai potensi kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, terutama setelah pejabat AS mengisyaratkan pada awal pekan ini kesepakatan tersebut akan segera tercapai.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pejabat Iran pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Oman terkait selat tersebut sudah dekat, sembari memperingatkan AS agar tidak melakukan serangan baru terhadap wilayah mereka.
Iran menegaskan bahwa mereka berkomunikasi dengan pihak penengah di Oman dan tidak melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Teheran juga memperingatkan bahwa kesepakatan dengan Oman tidak menjamin keamanan di Selat Hormuz.
Meski demikian, prospek dibukanya kembali jalur pelayaran di perairan strategis tersebut telah memicu penurunan tajam harga minyak pekan ini, sehingga meredakan kekhawatiran akan lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Hal ini pada gilirannya mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah selama sepekan terakhir.
(kunthi fahmar sandy)