IDXChannel – Bursa saham Asia melemah tajam pada perdagangan Jumat (23/10/2026), mengikuti penurunan Wall Street seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual luas pada saham teknologi, terutama produsen semikonduktor dan chip memori.
Pasar saham Jepang dan Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan.
Indeks Nikkei 225 dan KOSPI Composite masing-masing turun hampir 2 persen.
Sementara itu, Shanghai Composite melemah 1,47 persen, ASX 200 Australia turun 0,41 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 0,72 persen.
Tekanan terhadap pasar juga dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk kemungkinan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan menambah kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian, investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk obligasi pemerintah dan yen Jepang.