sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Cenderung Menguat, Optimisme AI Topang Sentimen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/07/2026 09:15 WIB
Bursa saham Asia bergerak cenderung menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026), didorong oleh turunnya harga minyak dunia.
Bursa Asia Cenderung Menguat, Optimisme AI Topang Sentimen. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Cenderung Menguat, Optimisme AI Topang Sentimen. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak cenderung menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026), didorong oleh turunnya harga minyak dunia, membaiknya sentimen pasar global, serta optimisme terhadap prospek industri kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Indeks Topix Jepang memimpin penguatan dengan naik 0,50 persen ke 4.084,74, sekaligus mencatat kenaikan selama enam hari berturut-turut atau yang terpanjang sejak Agustus 2025.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 bergerak lebih fluktuatif dan turun tipis 0,16 persen ke 69.630,74 karena saham-saham teknologi mengalami aksi ambil untung.

Pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan bank sentral.

Federal Reserve (The Fed) masih mempertahankan sikap hawkish di bawah Ketua Kevin Warsh, sedangkan Bank of Japan diperkirakan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga secara bertahap.

Di sisi lain, sentimen pasar mendapat dorongan setelah OPEC+ memutuskan menaikkan target produksi minyak mulai Agustus dan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz kembali normal.

Penurunan harga minyak yang mengikuti keputusan tersebut dinilai mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

"Faktor-faktor tersebut, ditambah tren penurunan harga minyak mentah setelah keputusan OPEC+ meningkatkan produksi, tampaknya menopang sentimen investor," ujar ahli strategi ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, pergerakan saham AI dan semikonduktor masih akan menjadi penentu utama arah Nikkei 225 dalam jangka pendek.

Pasar Jepang juga memperoleh dorongan dari penguatan bursa global.

Meski Wall Street tutup pada Jumat karena libur nasional Amerika Serikat (AS), investor mencermati reli yang terjadi di pasar Eropa dan Korea Selatan sebagai sinyal positif bagi perdagangan di Asia.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI naik sekitar 1 persen ke kisaran 8.170, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya.

Penguatan dipimpin saham-saham teknologi menjelang laporan kinerja kuartal II Samsung Electronics yang diperkirakan kembali menunjukkan kuatnya permintaan chip memori untuk kebutuhan AI.

Kontrak berjangka saham AS juga menguat meski investor masih mewaspadai tingginya valuasi sektor AI.

Sentimen turut ditopang rencana pemerintah Korea Selatan membentuk dana pertumbuhan masa depan yang didanai penerimaan pajak industri semikonduktor serta mempercepat adopsi AI di berbagai sektor ekonomi.

Di kawasan lain, indeks Shanghai Composite China naik 0,27 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,52 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,07 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,06 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement