sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Belanja AI Tekan Saham Teknologi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/11/2026 09:08 WIB
Bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penurunan.
Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Belanja AI Tekan Saham Teknologi. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Belanja AI Tekan Saham Teknologi. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penurunan seiring tekanan pada saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

KOSPI turun 2,34 persen ke sekitar 5.721 pada 08.58 WIB, berbalik dari penguatan pada sesi sebelumnya. Tekanan terutama datang dari saham-saham teknologi dan perusahaan dengan bobot besar dalam indeks.

Mengutip Trading Economics, Samsung Electronics anjlok 4,59 persen, sedangkan SK Hynix merosot 5,57 persen. Saham LG Energy Solution turun 2,60 persen dan Hyundai Motor melemah 4,18 persen.

Sentimen tersebut mengikuti pelemahan Wall Street pada perdagangan Senin (2/11/2026). Indeks Nasdaq Composite turun 1,07 persen, sementara S&P 500 terkoreksi 0,51 persen.

Investor kembali mencermati prospek belanja besar perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI, yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kemampuan menghasilkan arus kas dalam waktu dekat.

Tekanan terhadap saham teknologi juga terlihat pada Apple yang turun 1,5 persen menjelang rilis laporan keuangan kuartalannya.

Kekhawatiran mengenai besarnya belanja AI menjadi salah satu perhatian utama pasar setelah Nasdaq mencatat penurunan 5,3 persen sepanjang Oktober.

Menurut Reuters, investor mulai mempertanyakan seberapa jauh perusahaan teknologi dapat terus meningkatkan belanja AI tanpa memberikan tambahan nilai yang sepadan bagi pemegang saham.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi Korea Selatan. Inflasi konsumen mencapai 2,8 persen pada Oktober, hanya sedikit turun dari 2,9 persen pada September.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Korea dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan November.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China turun 1,16 persen dan Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,55 persen.

Di kawasan lain, Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,19 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia bergerak mendatar.

Pasar saham Jepang tidak diperdagangkan pada Selasa (3/11/2026) karena libur Culture Day.

Pergerakan bursa Asia turut dipengaruhi oleh perkembangan di pasar global. Harga minyak mentah turun tajam setelah muncul optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Harga minyak yang lebih rendah turut mendorong imbal hasil US Treasury tenor panjang turun, setelah Iran menyatakan terbuka terhadap pembicaraan damai.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar setelah konflik di Timur Tengah selama delapan bulan turut menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average justru naik 0,41 persen menjadi 51.983,98. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,51 persen menjadi 7.541,40 dan Nasdaq Composite melemah 1,07 persen ke 25.164,32.

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi pemilu sela Amerika Serikat (US midterm elections) yang berlangsung pada Selasa waktu setempat, serta menantikan sejumlah laporan keuangan perusahaan teknologi besar. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement