Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih membayangi pasar energi seiring berlanjutnya konfrontasi antara AS dan Iran yang mengganggu pasar energi global.
"Ketiga indeks utama AS turun merespons kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi jangka panjang AS, yang diperkirakan membebani saham Jepang," kata analis pasar Tokai Tokyo Intelligence Lab Takuma Ikemoto.
"Seiring Gubernur The Fed Warsh menegaskan fokus untuk menekan inflasi, sikap wait and see diperkirakan semakin menguat di pasar saham Jepang," imbuh dia.
Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa utama Asia lainnya.
Indeks KOSPI Korea Selatan turun 2,55 persen, Shanghai Composite China merosot 1,53 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,28 persen, ASX 200 Australia melemah 1,27 persen, sedangkan STI Singapura turun tipis 0,06 persen. (Aldo Fernando)