IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), seiring meredanya ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Saham teknologi dan keuangan memimpin penguatan di sejumlah pasar regional.
Di Jepang, saham menguat pada awal perdagangan. Saham SoftBank Group melonjak 6,5 persen, Fujitsu naik 3,1 persen, sementara Nomura Holdings menguat 1,9 persen.
Indeks Nikkei Stock Average naik 0,5 persen ke level 64.530,98. Di pasar valuta asing, dolar AS berada di posisi 155,32 yen, melemah tajam dari 157,23 yen pada penutupan perdagangan saham Tokyo Kamis (3/9/2026).
Mengutip The Wall Street Journal, pergerakan pasar turut dipengaruhi pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang mengatakan dirinya mendukung untuk mempertahankan suku bunga tetap jika data inflasi terus menunjukkan perbaikan seperti yang terjadi belakangan ini.
Investor juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi dan harga minyak mentah untuk melihat arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI naik lebih dari 1 persen ke sekitar level 6.660 pada Jumat, melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya.
Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS kembali meningkatkan sentimen terhadap aset berisiko secara global.
Saham semikonduktor turut menguat. Samsung Electronics naik lebih dari 1 persen, sedangkan SK hynix melonjak hampir 3 persen.
Melansir dari Trading Economics, kinerja tersebut didukung perkembangan pangsa pasar memori bandwidth tinggi atau high bandwidth memory (HBM).
Samsung berhasil mempersempit kesenjangan pangsa pasar HBM dengan SK hynix pada kuartal II-2026, sehingga memperkuat prospek sektor chip yang menjadi salah satu sektor utama ekonomi Korea Selatan.
Sejumlah saham teknologi dan elektronik lainnya juga menguat. SK Square naik 2,1 persen, Samsung Electro-Mechanics bertambah 2,4 persen, Samsung SDI menguat 2,5 persen, dan LG Electronics naik 1,4 persen.
Namun, penguatan saham semikonduktor masih dibayangi rencana terbaru Amerika Serikat untuk menerapkan tarif semikonduktor secara selektif berdasarkan tingkat produksi perusahaan di dalam negeri.
Besaran tarif dan pengecualian yang akan diberikan masih belum ditetapkan.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026) setelah Waller mengisyaratkan preferensinya untuk mempertahankan suku bunga saat ini selama tidak terjadi kejutan pada data inflasi.
Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun juga turun ke 4,77 persen setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak November 2023.
Di China, Shanghai Composite naik 0,89 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,17 persen. Indeks Straits Times (STI) Singapura juga menguat 0,99 persen.
Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah tipis 0,09 persen. (Aldo Fernando)