Sementara itu, pasar saham Korea Selatan bergerak lebih lemah. Indeks Kospi turun lebih dari 1 persen ke kisaran 6.620, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya seiring berlanjutnya tekanan pada saham-saham teknologi.
Penurunan tersebut mengikuti aksi jual di Wall Street, di mana investor memilih bersikap hati-hati menjelang laporan keuangan emiten teknologi utama AS serta keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah suku bunga dan belanja AI.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks, di antaranya Samsung Electronics turun 0,7 persen, SK Hynix melemah 1,4 persen, SK Square merosot 4,9 persen, Hyundai Motor turun 1,1 persen, dan Hanwha Aerospace anjlok 7,7 persen.
Di sisi lain, sentimen global mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak.
Pasar Korea Selatan juga memperoleh dukungan dari serangkaian kerja sama AI antara perusahaan lokal dengan raksasa teknologi global, termasuk kesepakatan pasokan semikonduktor jangka panjang yang melibatkan SK Group dan Nvidia, serta investasi Nvidia di Naver.