IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada Senin (7/9/2026), didorong optimisme terhadap permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) serta tanda-tanda ketahanan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Saham-saham semikonduktor menjadi penopang utama kenaikan, terutama di Jepang dan Korea Selatan.
Di Jepang, Nikkei Stock Average naik 2,23 persen pada perdagangan pagi. Saham teknologi dan chip memimpin penguatan.
SoftBank Group melonjak 6,2 persen, sementara Tokyo Electron naik 4,5 persen dan Lasertec menguat 7,1 persen.
Nilai tukar dolar AS berada di level 156,12 yen, sedikit menguat dibandingkan 156,18 yen pada penutupan perdagangan saham Tokyo pada Jumat (4/9) pekan lalu.
Investor masih mencermati pergerakan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, serta perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Di Korea Selatan, KOSPI menguat 3,04 persen hingga pukul 09.52 WIB. Indeks tersebut sempat melonjak 3,5 persen dan mencapai level intraday tertinggi sejak 27 Agustus 2026.
Mengutip Reuters, penguatan bursa Korea Selatan juga ditopang optimisme terhadap prospek investasi AI yang mendorong permintaan chip global. Saham Samsung Electronics naik 3,72 persen, sedangkan SK Hynix melesat 6,01 persen.
Sentimen terhadap sektor chip turut diperkuat kinerja Philadelphia Semiconductor Index di Wall Street. Meskipun bursa saham AS melemah pada Jumat (4/9), indeks tersebut justru menguat 3,4 persen.
Kinerja ekspor Korea Selatan juga memberikan sentimen positif. Nilai ekspor sepanjang tahun ini telah melampaui rekor tahunan 2025, seiring tingginya permintaan global terhadap chip AI.
Di antara saham unggulan lainnya, LG Energy Solution naik 0,14 persen. Saham Hyundai Motor dan Kia masing-masing menguat 1,69 persen dan 0,32 persen.
Sementara itu, POSCO Holdings turun 1,19 persen, sedangkan Samsung BioLogics naik 0,14 persen.
Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa China. Shanghai Composite naik 0,29 persen, sedangkan CSI 300 menguat 0,49 persen. Bursa Australia turut bergerak positif dengan ASX 200 naik tipis 0,07 persen.
Namun, tidak seluruh bursa Asia berada di zona hijau. Hang Seng Hong Kong turun 0,51 persen, sementara STI Singapura melemah 0,47 persen. (Aldo Fernando)