"Kondisi pasar saat ini memungkinkan investor menutup posisi jual dan melepas strategi defensif. Namun, hal itu sangat berbeda dengan keyakinan untuk kembali meningkatkan eksposur secara agresif terhadap AI," kata Kepala Riset Pepperstone Chris Weston dalam catatan risetnya, seperti dikutip Reuters.
"Risiko utang pemerintah Prancis jelas mulai diperhitungkan dalam pergerakan saham Eropa. Namun, ketahanan euro menunjukkan bahwa pelaku pasar belum menganggapnya sebagai masalah sistemik bagi Eropa," imbuh dia.
Indeks MSCI Asia di luar Jepang turun 0,93 persen.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,28 persen, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 3,61 persen.
Indeks dolar AS turun tipis 0,05 persen ke level 101,92. Sementara itu, euro menguat 0,06 persen menjadi USD1,12 setelah terkoreksi 0,25 persen pada Senin.
Poundsterling Inggris naik 0,06 persen ke USD1,33, sedangkan yen Jepang melemah 0,03 persen menjadi 158,57 per dolar AS.