Penambahan tiga fasilitas produksi tersebut menunjukkan CLEO tidak hanya mengandalkan pertumbuhan permintaan, tetapi juga menyiapkan kapasitas untuk menopang ekspansi bisnis di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi tersebut sejalan dengan kinerja CELO yang masih mencatatkan pertumbuhan dua digit sepanjang semester I-2026. Perusahaan AMDK milik taipan Hermanto Tanoko itu meraih penjualan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 23,8 persen dengan laba bersih melesat 27 persen menjadi Rp262,5 miliar.
"Kami yakin ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan secara konsisten dibarengi dengan upaya optimalisasi produksi yang dilakukan dengan gencar, akan mengantarkan perseroan pada pencapaian target pertumbuhan kinerja double digit yang telah ditetapkan," ujar Melisa.
(Rahmat Fiansyah)