Smelter yang berlokasi di Sulawesi tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021.
Dengan kapasitas tahunan sekitar 1,8 juta ton nickel pig iron (NPI), fasilitas ini termasuk salah satu smelter independen terbesar di Indonesia.
CNGR sendiri telah memiliki saham pengendali di sejumlah smelter nikel di Indonesia, termasuk PT Nadesico Nickel Industry yang berlokasi tidak jauh dari GNI.
Akuisisi GNI berpotensi memperluas skala operasi CNGR sekaligus memperkuat posisinya untuk bersaing dengan Tsingshan Holding Group, sesama perusahaan China yang menjadi pemain besar industri nikel Indonesia.
Meski demikian, ekspansi tersebut berlangsung di tengah tantangan industri, mulai dari pembatasan kuota pertambangan hingga permintaan nikel yang belum memuaskan. Sejumlah smelter di Indonesia bahkan terpaksa menghentikan operasionalnya.