Laba usaha juga tumbuh 20 persen menjadi Rp790 miliar dengan level margin 7,95 persen dan laba bersih naik 32 persen menjadi Rp424 miliar dengan margin 4,26 persen.
Margin tipis ini juga disebabkan oleh beban keuangan CPRO yang mencapai Rp164 miliar. Hal ini merupakan dari dampak dari utang bank perseroan yang mencapai Rp1,38 triliun.
Kondisi neraca CPRO ditandai dengan kas dan setara kas yang tercatat Rp135 miliar dengan persediaan yang mencapai Rp1,85 triliun. Persediaan ini terutama berasal dari pakan senilai Rp1,57 triliun atau 85 persen dari total persediaan.
Perseroan juga memiliki piutang usaha yang cukup besar hingga Rp985 miliar pada akhir 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara ekuitas CPRO tercatat Rp3,79 triliun dengan aset Rp7,22 triliun. Saldo laba masih negatif sebesar Rp2,58 triliun sehingga membutuhkan sedikitnya 6 tahun untuk bergerak positif dengan asumsi laba bersih tahunan stabil di kisaran Rp400 miliar.
(Rahmat Fiansyah)