sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DBS Indonesia Tetap Optimistis IHSG Tembus 8.000 di Akhir 2026, Ini Alasannya

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/07/2026 23:00 WIB
PT Bank DBS Indonesia tetap mematok target IHSG bisa menyentuh level 8.000 meskipun kondisi pasar modal di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.
DBS Indonesia tetap mematok target IHSG bisa menyentuh level 8.000 meski kondisi pasar modal di tengah ketidakpastian global. (Foto: iNews Media/Isra Triansyah)
DBS Indonesia tetap mematok target IHSG bisa menyentuh level 8.000 meski kondisi pasar modal di tengah ketidakpastian global. (Foto: iNews Media/Isra Triansyah)

"Hal ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa terlepas dari berbagai kekhawatiran di tingkat makro, selama emiten mampu membukukan kinerja laba yang solid, penilaian valuasinya akan kembali menyesuaikan," katanya.

Faktor kedua adalah keputusan MSCI untuk mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market. Langkah ini dinilai efektif membendung risiko tekanan aksi jual (sell-off) lebih lanjut dari aliran dana pasif (passive funds).

Faktor ketiga berkaitan dengan asumsi makroekonomi yang melandasi pergerakan pasar, termasuk proyeksi nilai tukar rupiah di kisaran Rp18.000 per dolar AS dan tidak adanya potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed di sisa tahun ini.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menjaga trajektori BI Rate hanya akan naik maksimal satu hingga dua kali lagi. DBS menilai, level IHSG saat ini yang berada di 6.200 sangat undervalue dengan transaksi harian yang tipis dibandingkan 12 bulan terakhir.

"Oleh karena itu, ketika kepercayaan pasar mulai pulih seiring rilis kinerja laba kuartal kedua yang saat ini sedang berlangsung, serta potensi rotasi dana asing, mengingat kinerja relatif pasar saham Indonesia dibanding negara-negara Asia lainnya tercatat sedikit underperform, Indonesia memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalan kinerjanya terhadap kawasan ASEAN secara keseluruhan," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement