Tekanan pada kinerja keuangan Deltamas juga tergambar pada arus kas dari aktivitas operasi yang hanya Rp23 miliar, anjlok 79 persen dari 2024 yang mencapai Rp748 miliar.
Namun, perseroan mendapatkan kembali deposito yang dijaminkan sebesar Rp501 miliar setelah membatalkan pencairan pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp500 miliar.
Dengan arus kas operasi yang minim dan pembelian aset tetap Rp50 miliar, posisi kas dan setara kas Deltamas tersisa Rp377 miliar. Angka ini turun signifikan bila dibandingkan akhir 2024 saat perseroan memiliki kas Rp1,76 triliun.
Posisi kas yang jauh di bawah pencapaian laba bersih tersebut mencerminkan kesulitan perseroan untuk membayarkan dividen jumbo kepada pemegang saham dengan kasnya, kecuali menambalnya lewat utang.
Per 30 Desember 2025, Deltamas tidak memiliki utang berbunga. Sementara aset perseroan mencapai Rp7,12 triliun dengan ekuitas tercatat Rp6,61 triliun.
(Rahmat Fiansyah)