Jika beroperasi pada kapasitas penuh, SSC berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp4 triliun per tahun.
SSC juga berpotensi menambah sekitar 55 juta BCM volume OB tahunan bagi DEWA dengan tarif sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat tarif yang biasanya diperoleh perseroan.
Tambahan volume juga berpotensi berasal dari kontrak baru di Sumatra Selatan.
DEWA saat ini berada dalam tahap akhir penawaran untuk empat paket pekerjaan dengan nilai gabungan sekitar Rp17 triliun. Pemenang tender diperkirakan diumumkan pada November-Desember 2026.
Jika DEWA memenangkan satu atau dua paket tersebut, volume OB berpotensi bertambah sekitar 30 juta BCM. Dengan tambahan dari SSC, volume OB DEWA pada 2027 diperkirakan dapat mencapai sekitar 200 juta BCM.
Potensi tambahan juga datang dari kontrak penambangan nikel di Halmahera Timur dengan volume sekitar 72 juta BCM yang berpotensi dimulai pada kuartal I 2027, meski masih bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).