IDXChannel - Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat usai suspensi dibuka pada perdagangan Jumat (12/6/2026) menjelang akhir pekan.
Saham FORU naik 22,80 persen ke harga Rp3.770 dengan mencatatkan transaksi Rp39,25 miliar dengan volume 11,03 juta saham.
Emiten jasa pemasaran ini digembok sehari pada Kamis (11/6/2026) usai harga sahamnya naik tak wajar sejak awal pekan.
Di mana saham FORU menguat di atas 20 persen dalam tiga hari terakhir dengan mengakumulasi kenaikan 144 persen dalam sepekan dan melonjak 170,25 persen dalam tiga bulan.
Kenaikan saham perseroan seiring rencana rights issue 219,5 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp126 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,7 triliun.
Adapun pemegang saham pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte Ltd yang saat ini menguasai 76,81 persen saham perseroan akan melaksanakan seluruh haknya melalui mekanisme inbreng atau setoran non-tunai.
Dalam skema tersebut, IMR Asia Holding akan menyetorkan sebanyak 49 persen saham PT Borneo Prima dengan nilai transaksi sekitar Rp21,2 triliun sebagai pengganti setoran dana tunai dalam pelaksanaan rights issue.
Sementara itu, dana yang berasal dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik diperkirakan mencapai sekitar Rp6,4 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman modal kerja kepada PT Borneo Prima guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan tambang tersebut.
Seiring dengan masuknya kepemilikan di PT Borneo Prima, FORU juga berencana mengubah kegiatan usaha utama perseroan menjadi perusahaan holding.
Sebagai informasi, PT Borneo Prima merupakan produsen batu bara kokas yang beroperasi di Kalimantan Tengah dan memiliki fokus pada segmen batu bara metalurgi yang digunakan dalam industri baja.
(DESI ANGRIANI)