Pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi segmen pusat perbelanjaan sebagai tulang punggung bisnis, diikuti oleh kinerja hotel yang membaik seiring peningkatan tingkat hunian, serta penjualan tanah dan bangunan yang terdorong oleh waktu serah terima unit.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih kuartal IV-2025 tercatat Rp349 miliar, meningkat 16,7 persen YoY dengan margin laba bersih mencapai 46,1 persen. Secara keseluruhan, laba bersih sepanjang 2025 mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh 13,9 persen YoY.
Samuel Sekuritas menilai, pendapatan berulang diperkirakan semakin mendominasi struktur pendapatan MKPI. Pada 2026, kontribusinya diproyeksikan mencapai 78,3 persen dan terus meningkat hingga sekitar 80 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Segmen pusat perbelanjaan tetap menjadi kontributor utama, termasuk tambahan luas area sewa sekitar 6.000 meter persegi dari PIM 5 atau meningkat 3,5 persen dari total area sewa mal. Sementara itu, segmen perkantoran, hotel, dan apartemen diperkirakan tetap stabil, didukung permintaan di lokasi premium.
Secara keseluruhan, pendapatan MKPI pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp2,8 triliun atau tumbuh 7,8 persen YoY, dengan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun atau naik 10,8 persen YoY.