Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp2,54 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan usaha. Sementara itu, segmen komersial menyumbang Rp44,47 miliar, hunian Rp30,99 miliar, rental Rp15,02 miliar, dan hotel Rp12,82 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor DMAS meningkat 297 persen menjadi Rp1,62 triliun dari Rp545 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Perseroan mencatatkan margin laba kotor sebesar 61 persen dan margin laba bersih sebesar 56 persen.
Dari sisi neraca, total aset DMAS per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp8,44 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,12 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp1,8 triliun, naik 380 persen dari Rp377 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,13 triliun. Adapun, total ekuitas meningkat sekitar 11 persen menjadi Rp7,31 triliun dari Rp6,61 triliun pada akhir 2025. Perseroan menyatakan tidak memiliki utang.
Sementara itu, DMAS sebelumnya juga membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,61 triliun hingga September 2026. Realisasi tersebut mencapai 125,91 persen dari target awal tahun sebesar Rp2,08 triliun. Perseroan kemudian menaikkan target prapenjualan 2026 menjadi Rp2,95 triliun, sehingga realisasi hingga September setara dengan 88,47 persen dari target terbaru.